Teruntukmu (Edelweisku)

Mendeskripsikan wajahmu
Seperti terdiam duduk di atas batu sungai yang jernih.
Tak bosan aku melihatnya, tak jenuh aku mendengarnya.
Sesekali ku raih air itu dingin menusuk jiwaku.
Begitu lemah melihat hutan yang sunyi.
Menyerah pada dinginnya sangga buana tak mengecilkan nyaliku untuk kembali.
Walau kabut turun mengahalangi pandangku.
Ketika ku dekati kau diam, saat ku gapai kau tetap diam.
Beberapa tangkai ku bawa pulang menghiasi ruang hampa kamarku.
Mungkin kau tak akan mampu membahagiakan aku.
Tapi denganmu aku bahagia (edelweisku).

0 Response to "Teruntukmu (Edelweisku)"

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme